SUFYAN AL-TSAURI

Sufyan al-Tsauri adalah salah satu ulama generasi tabi' tabi'in yang memiliki kedudukan tinggi dalam ilmu agama. Beliau lahir di Kufah pada tahun 96 H atau 715 M dan wafat di Basrah pada tahun 161 H atau 778 M. Beliau berasal dari keluarga yang berilmu dan beragama, ayahnya adalah seorang ahli hadits yang terpercaya, ibunya adalah seorang perempuan yang zuhud dan wara', dan saudara-saudaranya juga ahli hadits.

Beliau memulai pendidikannya dengan belajar pada Imam Ja'far as-Shadiq, salah satu tokoh Syi'ah. Namun kemudian beliau berpindah ke Basrah dan mengikuti paham Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Beliau juga belajar pada banyak ulama besar lainnya, seperti Abi Ishaq as-Sabi'i, Manshur bin al-Mu'tamir, Habib bin Abi Thabit, Ayyub as-Sakhtiyani, dan lain-lain. Beliau juga menjadi guru bagi banyak ulama besar lainnya, seperti Syu'bah, Yahya bin Sa'id al-Qattan, al-Awza'i, Ibnul Mubarak, dan Sufyan bin Uyainah.

Beliau memiliki keilmuan yang luas dan mendalam dalam berbagai bidang ilmu agama, seperti hadits, fiqh, tafsir, dan tasawuf. Beliau diberi gelar Amirul Mukminin fil Hadits karena keahliannya dalam meriwayatkan dan mengkritisi hadits. Beliau juga memiliki mazhab fiqh sendiri yang disebut al-Tsauri, yang dianggap sejajar atau bahkan melebihi empat imam mazhab yang terkenal. Beliau juga termasuk salah satu dari delapan waliyullah yang disebut oleh Abu Nu'aim dalam kitabnya Hilyatul Awliya'. Beliau juga menulis beberapa karya penting dalam bidang fiqh, hadits, dan tafsir.



Sufyan al-Tsauri adalah salah satu ulama tafsir yang terkenal di kalangan salafus shalih. Ia lahir pada tahun 97 H dan wafat pada tahun 161 H. Ia termasuk generasi tabi'in yang banyak belajar dari para sahabat Nabi Muhammad SAW. Ia juga dikenal sebagai seorang ahli hadis, fiqih, zuhud, dan wara'.

Tafsir Sufyan al-Tsauri adalah salah satu karya monumental yang berisi penjelasan tentang makna dan hukum ayat-ayat Al-Quran. Tafsir ini bersifat ringkas dan padat, tidak banyak menggunakan asbabun nuzul, qira'at, atau riwayat-riwayat yang lemah. Tafsir ini lebih menekankan pada pemahaman konteks ayat, bahasa Arab, dan dalil-dalil yang shahih.

Tafsir Sufyan al-Tsauri mendapat pujian dan pengakuan dari para ulama tafsir lainnya. Di antara mereka adalah Imam al-Bukhari, Imam Muslim, Imam al-Nasa'i, Imam al-Tirmidzi, Imam Ibn Jarir al-Tabari, Imam Ibn Kathir, dan lain-lain. Mereka semua mengambil manfaat dari tafsir ini dan merujuknya dalam karya-karya mereka.

Tafsir Sufyan al-Tsauri juga mendapat kritik dan tanggapan dari beberapa ulama tafsir. Di antara mereka adalah Imam al-Qurtubi, Imam al-Suyuti, Imam Ibn Taymiyyah, dan lain-lain. Mereka semua menghormati tafsir ini dan menghargai keilmuan Sufyan al-Tsauri, namun mereka juga menunjukkan beberapa kelemahan dan kesalahan yang ada dalam tafsir ini.

Secara umum, tafsir Sufyan al-Tsauri adalah tafsir yang bermanfaat dan berharga bagi umat Islam. Tafsir ini mencerminkan kejujuran dan ketakwaan Sufyan al-Tsauri dalam menafsirkan Al-Quran. Tafsir ini juga menjadi sumber rujukan dan inspirasi bagi para ulama tafsir selanjutnya.

Namun meskipun begitu hebat ilmunya, beliau sangat berhati-hati dalam mengeluarkan fatwa atau meriwayatkan hadits. Beliau sering menelaah ulang catatannya sebelum memberikan jawaban atau pendapatnya. Beliau juga sangat zuhud dan wara' dalam hidupnya. Beliau menolak hadiah atau jabatan dari khalifah karena menganggap harta atau kekuasaan itu syubhat atau tidak jelas halal-haramnya. Beliau bahkan melarikan diri dari kejaran khalifah al-Mahdi yang ingin mengangkatnya sebagai gubernur Mekkah. Beliau hidup dalam pelarian hingga akhir hayatnya.


Download Tafsir Sufyan al-Tsauri

Posting Komentar